Description
Dalam analisa penulis kumpulan hadis forty green hadith ini menjadi pintu masuk secara sistematis metodologis dalam penulisan hadis arbain selanjutnya di satu sisi dan menjadi bahan refleksi untuk lebih memiliki kepedulian dan kesadaran melindungi terjadinya kerusakan lingkungan sebagai bagian dari agama (maqashid al Syari’ah) yang tidak sebatas dikonsumsi oleh internal ummat muslim tetapi juga lintas agama sebagai dasar nilai etik menjaga lingkungan. Namun, sebagai karya akademik, hadis forty green maka karya ini memerlukan penjelasan lanjutan yang lebih komprehensif dengan tanpa merubah substansi dan signifikansi di dalamnya untuk melihat karya tersebut dalam analisa kritis studi ilmu hadis.







