Description
Gagasan penulisan buku dengan judul Integrasi Keilmuan dalam Menyongsong Merdeka Belajar muncul saat terjadi Pandemi Covid-19 diikuti peraturan pemerintah tentang “Merdeka Belajar”. Topik-topik tulisan yang cukup menarik dari para penulis (dosen, mahasiswa, guru dan praktisi pendidikan) tersebut muncul sebagai upaya membantu pemikiran menghadapi situasi yang berubah secara drastis. Proses belajar pendidikan olahraga harus didisain sedemikian rupa, menarik untuk diikuti atau didalami siswa. Proses belajar pendidikan secara daring ini berdasarkan pengakuan banyak siswa sangat membosankan, jenuh dan tidak ada motivasi yang tinggi untuk belajar secara mandiri guna mencapaian hasil belajar yang optimal.
Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi profesi bidang pendidikan. Buku ini hadir tentunya untuk menjadi salah satu referensi bagaimana seharusnya para profesi bidang pendidikan menjalankan profesinya. Prediksi berbagai pihak bahwa belajar di rumah secara digital (online) diperkirakan relatif tidak dapat mewujudkan hasil belajar yang optimal, seperti diketahui bahwa hasil belajar di sekolah secara umum diukur melalui tiga domain yaitu kognitif (pengetahuan), psikomotor (keterampilan atau penguasaan gerak atau keahlian) dan afektif (perubahan sikap atau perilaku atau karakter). Domain kognitif, afektif dan psikomotor diyakini masih dapat diwujudkan melalui online meskipun relatif kurang optimal hasil belajarnya. Secara garis besar ukuran yang dapat digunakan dari tiga domain tersebut adalah meningkatnya pengetahuan murid melalui apa yang dipelajari. Hal ini tidak luput dari pemikiran penulis untuk membahasnya sehingga buku Bunga Rampai menjadi menarik bagi setiap pembaca.







