Inklusivitas Pembelajaran Sejarah, Seni, dan Budaya

Judul: Inklusivitas Pembelajaran Sejarah, Seni, Dan Budaya
Penulis: Kasidi,  Deka Maita Sandi
Editor: Dr. Adi Wijayanto, S.Or., S.Kom., M.Pd., AIFO., Dr. I Wayan Sutama, M.I.Kom.
Dimensi: 14 x 21 cm
Tebal: xii + 208 hlm
ISBN:
Kertas Isi: Bookpaper 72 Gram

Categories: ,

Description

Pembelajaran sejarah, seni, dan budaya memiliki posisi yang sangat penting dalam membentuk pemahaman peserta didik terhadap identitas, keberagaman, nilai-nilai kemanusiaan, serta kehidupan masyarakat. Ketiga bidang tersebut tidak hanya berkaitan dengan penguasaan pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, apresiasi, kreativitas, karakter, dan kesadaran terhadap lingkungan sosial serta budaya di sekitarnya. Oleh karena itu, proses pembelajarannya perlu terus dikembangkan agar mampu menjawab berbagai perubahan dan tantangan pendidikan pada abad ke-21.

Perkembangan teknologi membuka berbagai kemungkinan baru dalam proses apresiasi, penciptaan, dokumentasi, dan pelestarian seni budaya. Digitalisasi dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda sekaligus memperluas akses terhadap sumber belajar. Namun demikian, pemanfaatan teknologi tetap perlu ditempatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran, bukan sebagai pengganti pengalaman, kreativitas, interaksi, dan proses berpikir peserta didik.

Buku ini menghadirkan berbagai perspektif dan kajian yang saling melengkapi. Pembahasan di dalamnya mencakup transformasi pembelajaran sejarah menuju historical thinking dan kesadaran historis, pemanfaatan museum sebagai ruang pembelajaran dan pelestarian memori budaya, kajian situs sejarah dan warisan budaya lokal, pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pembelajaran sejarah, komunikasi pedagogis dan literasi sejarah di era digital, serta pendekatan sejarah lokal sebagai sumber belajar kontekstual. Berbagai tulisan tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran sejarah, seni, dan budaya memiliki ruang yang luas untuk terus berinovasi tanpa kehilangan akar nilai dan konteksnya.