Description
Dalam lembaga Lazisnu terdapat program Koin NU (Kotak Infak Nahdlatul Ulama) yang menjadi salah satu program andalan NU dalam pengumpulan Infak. Koin NU akan disebarkan kepada pengurus, keluarga Nahdliyin, dan beberapa masyarakat yang memiliki usaha, seperti toko, warung, pom bensin dan rumah makan. Program Koin NU sudah menjadi program NU Nasional dalam bidang ekonomi dengan tujuan kemandirian umat. Di kota Kota Padangsidimpuan sendiri, program koin NU sudah berjalan cukup lama dan memberikan kontribusi nyata untuk kemandirian masyarakat. Dalam pemungutan Koin NU melibatkan seluruh unsur Lazisnu, baik pimpinan maupun relawan. Kesuksesan pengumpulan dana Koin NU tergantung pada relawannya. Karena pada dasarnya relawan adalah orang-orang yang berhubungan langsung dengan masyarakat, terutama masyarakat yang menjadi tempat penitipan Koin NU. Untuk itu dibutuhkan komunikasi yang baik oleh relawan dalam berhadapan langsung dengan masyarakat. Komunikasi yang baik lahir dari penerapan manajemen komunikasi yang baik pula. Mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pada tahap evaluasi. L iv Buku yang diadaptasi dari hasil riset ini memotret manajemen komunikasi organisasi dengan menjadikan program Koin NU di Kota Padangsidimpuan sebagai sasaran atau obyeknya. Dari hasil observasi penulis, ada beberapa aspek yang belum optimal, beberapa di antaranya adalah komunikasi antara relawan dan masyarakat, perencanaan yang belum matang, pengorganisasian yang belum memiliki standar, pelaksanaan yang tidak memiliki pola tertentu, hingga pada evaluasi yang belum dilaksanakan melibatakan relawan. Untuk itu dibutukan evaluasi dan strategi jitu dalam rangka memperbaiki manajemen program Koin NU tersebut. Beberapa strategi tersebut penulis suguhkan dalam buku yang ada di hadapan pembaca ini







