Description
Puisi reflektif dalam buku ini menautkan nilai spiritual Islam dengan dinamika digitalisasi pendidikan. Melalui larik-larik puitis yang lembut namun tegas, penulis menyoroti metamorfosa madrasah menuju era digital—sebuah perjalanan yang bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga tentang menjaga adab, etika, dan ruh keilmuan.
Setiap baitnya, pembaca diajak merenungi bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menggerus nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Puisi-puisi di dalam buku ini menjadi cermin bagi insan pendidikan untuk menata langkah di tengah derasnya arus algoritma, dengan tetap menjunjung tinggi adab, integritas, dan keimanan.
Lebih dari sekadar karya sastra, buku ini adalah manifestasi cinta penulis terhadap dunia pendidikan Islam. Ia menyeru agar setiap guru, pelajar, dan pendidik mampu menjadi “murrabi digital” — sosok yang bijak berteknologi namun berjiwa ta’dib, membangun madrasah digital yang tidak kehilangan nilai-nilai ilahiah di tengah modernitas.







