Description
Buku ini menyelami pentingnya moderasi beragama di era digital melalui pendekatan yang memadukan kearifan lokal dan teknologi modern. Ditulis oleh para penulis lintas disiplin, buku ini menguraikan peran teknologi digital sebagai alat memperkuat harmoni antar umat beragama di tengah tantangan globalisasi.
Mengangkat falsafah lokal seperti Huma Betang dan konsep Tri Hita Karana, buku ini menggambarkan bagaimana nilai-nilai kearifan lokal dapat berfungsi sebagai solusi menjaga toleransi dan perdamaian dalam keberagaman Indonesia. Selain itu, dibahas juga strategi menghadapi radikalisme dan hoaks di dunia maya melalui pendidikan digital, kolaborasi lintas agama, dan pemanfaatan media sosial secara bijak.
Buku ini memberikan panduan bagi masyarakat, pemimpin agama, dan pemerintah untuk memanfaatkan teknologi dalam membangun dialog yang inklusif, menghormati perbedaan, dan mencegah konflik berbasis agama. Dengan integrasi nilai tradisional dan modern, buku ini menawarkan wawasan mendalam untuk membangun harmoni di era transformasi digital.







